Thursday, March 12, 2009

Vario bergaya ATV

Unik dan lucu. Kalau motor menggunakan empat roda, asumsinya dua depan dan dua belakang alias all terrain vehicle (ATV). Namun, Honda Vario punya David Laibahas ini justru dimodifikasi dengan keunikan tiga roda di belakang. Ini lantaran si pemilik sering mengikuti kontes modif mobil, tak pelak banyak unsur roda empat melekat di motor berlambang sayap mengepak ini.

Jadi penasaran, apakah ketiga rodanya berfungsi? "Hanya ban di tengah yang aktif," ungkap Andit, jagoan modifikasi dari A-Custom di Surabaya ini. Hanya satu roda agar kerja mesin tidak terlalu berat ketika menjalankan keempat roda.

Sementara itu, kedua roda di sisi kiri dan kanan dihubungkan pakai pelat besi setebal 2 cm yang berfungsi sebagai pegangan. Jadi, total panjang besi 50 cm, masing-masing 25 cm ke kiri dan ke kanan dari teromol yang tengah. Untuk memasang seluruh roda, jarak sumbu roda awal harus dibuat molor dulu. Dalam proses ini Andit melakukan dua kali proses pemunduran.

Pertama, di arm seperti undur-undur umumnya. Kedua, pada kerangka depan. "Untuk engine mounting pakai undur-undur 25 cm, sama seperti yang dilakukan orang," papar Andit. Yang agak berbeda adalah pemelaran kerangka depan, persisnya rangka di bawah dek dengan menggunkan pipa berukuran 2 cm. Itu ukuran standar Jerman, kalau di sini sama dengan 2 inci.

"Panjangnya 40 cm, sengaja supaya dek motor bertambah panjang dan bisa buat menempatkan peranti audio," tambah Andit. Berarti, panjang motor bertambah sampai 65 cm. Dengan ubahan pada rangka dan pegangan mesin tadi, sosok motor enggak cuma sekadar pajangan. "Tetap bisa diajak jalan karena ukurannya pas untuk 4 roda," tegas Andit.

Yang juga menarik dari motor 4 roda ini adalah desain sepatbor belakangnya. Ketiga rodanya memakai pelindung. Menurut Andit, desainnya terinspirasi dari Harley-Davidson. Sementara itu, roda depan tanpa sepatbor memang disengaja dengan pertimbangan lantaran cover depan sudah maju. Jadi, tameng ini sudah seperti merangkap menjadi sepatbor.

Selain tameng yang didesain runcing menyerupai sepatbor, yang unik lainnya adalah lampu depan. Posisinya dipindahkan ke atas (setang) berbentuk V. Pembuatannya menggunakan bahan akrilik. Jadi, kalau malam hari tampilannya kian mantap. Lalu, di setang dipasang semacam kamera digital kecil. "Jadi kalau mendadak ada obyek menarik bisa langsung dijepret," tutup Andit.

0 Comments:

Post a Comment