Monday, May 11, 2009
ferarri bike => motor nya ferarri
sumber : lagi2 dapet dari milisnya termos..







ferarri bike => motor nya ferarri
sumber : lagi2 dapet dari milisnya termos..
Labels: tentang motor dan otomotif
Wednesday, May 6, 2009
Sumber : KOMPAS.com


Pasar sepeda motor Indonesia kedatangan tamu baru, Megelli. Motor kolaborasi dua negara, Shachs Germany sebagai penyuplai mesin dan Megelli UK (Inggris) pembuat sasis dan desain bodi. Melalui produsennya di Indonesia, PT Minerva Motor Indonesia (MMI)—sudah 9 tahun meramaikan bursa roda dua Tanah Air—mereka coba mengisi di kelas di atas 200 cc.
Tak kepalang tanggung, Megelli datang dengan tiga tipe sekaligus yang diperkenalkan beberapa waktu lalu. Ketiganya yakni Megelli 250R (full fairing), Megelli 250S (streetfighter/naked), dan Megelli 250M (supermoto). "Motor ini perpaduan antara dua teknologi, Sachs dari Jerman dan Megelli dari Inggris. Ini merupakan strategi global dari Minerva," ungkap Kristianto Goenadi selaku CEO PT MMI.
Soal harga, untuk Megelli 250R dibanderol Rp 28,9 juta, Megelli S Rp 25,9 juta, dan Megelli 250M Rp 26,9 juta. Semuanya sudah on the road (OTR).
Jajal motor
Sosok Megelli 250R mengingatkan kita pada Aprilia 125R. Desain fairing-nya memang serba-Eropa dan nuansa motor sport Eropa begitu kental dengan pemakaian pipa tubular sebagai sasis. Namanya juga sporty, tentu riding style yang ditawarkan serba-merunduk. Kondisi ini dirasakan EM-Plus saat menjajal, badan terasa membungkuk.
Ini karena setang menggunakan model jepit sehingga bikin badan menyatu dengan motor saat melahap tikungan. Badan kian merunduk ketika berakselerasi di trek lurus untuk membelah angin.
Bertolak belakang dengan Megelli 250S. Motor ini ibarat Megelli 250R yang dicopot fairing-nya dan dipasangi lampu depan dengan desain tak seluruhnya membulat. Adapun bodi belakang masih sama dengan 250R. Kemudian, gaya berkendaranya tidak merunduk lantaran motor dengan 5 gigi percepatan ini mengaplikasi setang model raiser.
Yang paling beda tentu Megelli 250M. Meski kapasitas mesin sama (250R dan 250S), yakni 247 cc dengan teknologi SOHC, model 250M ini mirip trail aspal. Bisa ditebak modelnya, terutama posisi sepatbor lebih tinggi. Lalu, bodi belakang, seluruhnya hampir diwakili oleh jok.
Kala menjajalnya, sangat terasa sekali supermotonya. Dengan setang lebih tinggi, merebahkan motor jadi semakin mudah saat melalui tikungan. Tentunya, begitu juga saat melintas di kemacetan lalu lintas. (Eka, Murenk)
Labels: tentang motor dan otomotif
Tuesday, April 21, 2009
sumber : KOMPAS.com



Inilah teknologi mesin kebanggaan baru Volkswagen, yaitu TSI. Kepanjangannya, Twincharged Stratified Injection. Mesin berbahan bakar bensin ini telah mendapatkan penghargaan sebagai sebagai “Best New Engine of 2006” pada “2006 International Engine of Year Awards”.
Kehebatannya, untuk mesin 1,4 liter, 4 silinder mampu menghasilkan tenaga 170 PS (125 kW). Sama dengan kemampuan mesin 2,3 liter tanpa turbo.
Tak kalah menarik, torsi yang dihasilkan diperoleh pada putaran rendah dan flat, yaitu 240Nm @1.750 -4.500 rpm. Performa terakhir ini sebelumnya cuma bisa dihasilkan oleh mesin diesel. Padahal, suara dan getarannya lebih rendah. Karena itu, wajar mesin ini mendapatkan penghargaan dan VW pun sangat membanggakannya.
Dengan mesin berukuran lebih kecil, gesekan sesama komponennya jadi lebih rendah. Sementara dengan memaksa udara disedot ke dalam mesin, efisiensi kerja makin tinggi. Dengan kapasitas mesin yang relatif kecil, tenaga yang dihasilkan pun besar.
Untuk ini, tak hanya turbocharger yang digunakan, juga supecharger. Keduanya bekerja secara hibrida, saling mendukung sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Sebagai tambahan, sumber energinya, bensin, dipasok dengan menyemprotkan secara langsung ke dalam mesin. Kombinasi ini menghasilkan performa seperti yang telah dijelaskan di atas.
Kelemahan supercharger dibandingkan denga turbocharger, untuk menggerakkannya diperlukan tenaga yang diambil langsung mesin. Sedangkan turbocharger bekerja dengan memanfaatkan gas buang yang keluar dari mesin.
Pada TSI, supercharger hanya ditugaskan untuk memaksa udara masuk ke mesin pada putaran rendah sampai 2.400rpm. Setelah itu tugasnya diperingan karena turbocharger mulai bekerja. Pada 3.500 rpm, supecharger benar-benar non-aktif, tugas menyedot diambil alih oleh turbocharger.
Dengan cara ini, saat kendaraan mulai digeber dari awal (berhenti), supercharger langsung bekerja memaksa udara masuk ke dalam mesin. Turbocharger tidak bisa melakukan hal ini. Pasalnya, tekanan gas buang untuk mengaktifkan turbocharger belum cukup kuat pada putaran rendah. Kerja turbo jadi lambat atau disebut “turbo lag”. Kondisi seperti ini, tidak cocok untuk mesin yang harus sering digunakan pada putaran rendah. Misalnya, saat macet. Nah, pada TSI, tugas seperti ini menjadi tanggung jawab supercharger.
Turbocharger baru bekerja secara efektif setelah 3.500rpm. Selanjutnya tekanan udara dijaga maksimum 2,5 bar.
Kedua “pemaksa” ini bekerja secara bergantian. Agar efisien, pada putaran tinggi, supercharger diputuskan hubungannya dari mesin. Tetapi bila putaran mesin turun, supercharger secara otomatis aktif lagi. Untuk ini, supercharger dilengkapi dengan magnetik kopling, mirip dengan yang digunakan pada kompresor AC agar gampang dimati-hidupkan.
Perpindahan kerja dari supercharger ke turbocharger dibuat semulus mungkin. Untuk ini, sistem saluran udara ke supecharger dan turbocharger dilengkapi dengan flap atau katup. Saat transisi, turbo dan supercharger bekerja secara bersamaan namun tidak dalam kondisi maksimal.
Agar efisien, supercharger tidak boleh selalu berhubungan dengan mesin. Pada saat tidak digunakan, supercharger, bebas dari pengaruh mesin. Untuk ini, VW melengkapi supercharger dengan magnetik switch. Mirip dengan kompresor AC.
Pengisian seperti ini disebut juga twincharged. Bisa pula disebut stratified charged karena pemaksaan udara masuk ke dalam mesin dilakukan secara bertahap.
Cara kerja inilah yang membedakan sistem twincharged dengan bi-turbo. Pada bi-turbo, masing-masing turbocharger digunakan untuk memasok udara pada barisan silinder yang berbeda.
Pada putaran tinggi, udara dari luar langsung menuju turbocharger dan tidak lagi lewat supercharger atau kompresor. Hal ini bisa dilakukan karena flap atau katup pada saluran bypass membuka penuh.
Pada saat transisi, katup flap membuka separo. Turbocharger mulai bekerja namun masih dibantu oleh supercharger untuk mencegah terjadinya gejala keterlambatan (lag).
Dengan tugas khusus supercharger pada putaran rendah dan turbocharger di putaran sedang dan tinggi, mesin benar-benar fleksibel. Selain bisa diajak santai karena torsi diperoleh pada putaran rendah dan rata (flat), juga bisa dikebut.
Torsi yang diperoleh pada putaran rendah dan flat, membuat mesin sangat cocok untuk kondisi operasional “stop and go” atau lalu lintas macet berat seperti di Jakarta. Di samping itu, karena pada putaran rendah torsi sudah diperoleh, konsumsi bahan bakar menjadi irit. Karena itu, pantas, TSI kini sangat dibanggakan oleh VW. Maklum, sekarang makin banyak konsumen cari mobil yang irit.
Agar mesin bekerja semakin hebat, untuk memasok bahan bakar digunakan injeksi langsung. Tipe injektor juga diperbaiki, yaitu injeksi tekanan tinggi 6-lubang. Pengabutan berjalan lebih baik karena bensin disemprotkan pada tekanan 150 bar. Perbandingan kompresi pun tetap tinggi(10:1) kendati menggunakan turbocharger.
Semua kombinasi tersebut, membuat mesin FSI jadi hebat. Meski begitu, konstruksi mesin makin rumit. Kemungkinan gangguan juga lebih besar. Perawatan juga memerlukan perhatian lebih serius. Jadi, ada imbalan yang diminta dari sebuah nilai tambah!
Labels: tentang motor dan otomotif
Wednesday, April 8, 2009
----- Original Message -----From: zMohon saran upgrade efisiensi bahan bakar AXBro,...Menghemat BBM tidak hanya sekedar mengganti partnya saja tapi juga dipengaruhi olehcara mengendarinya. Misalnya bukaan gas tidak perlu dipaksa setiap antara gigi 1 - 2 -3 dan seterusnya. kemudian pengereman dengan kopling juga bisa memboroskan BBM. Atau jarang service rutin mungkin bisa menjadikan boros bahan bakar,...salamz
From: R
Mohon saran upgrade efisiensi bahan bakar AX
Dear Bros,
Andai kita ada budget sekitar 300rb, kira-kira part apa aja ya yang bisa kita prioritaskan lebih dulu untuk dibeli dan kita pasang di AX kesayangan kita untuk upgrade efisiensi bahan bakar jadi semakin irit?
Konsumsi bahan bakar AX gw belakangan ini sekitar 48 km/lt, minum Shell Super (dulu waktu awal2, masih sekitar 44 km/lt). Kondisi AX masih 100% standard.
Gw berharap dgn adanya upgrade, bisa 55-60 km/lt.
Mohon pencerahan dari Bro-Bro semua
Sebelum dan sesudahnya, terima kasih untuk bantuannya.
Best Regards,
R
Labels: tentang motor dan otomotif
Wednesday, April 1, 2009
Tata Nano Seharga Dua Motor Bebek
http://otomotif.kompas.com
Tata akhirnya meluncurkan mobil kecil yang sangat menghebohkan dunia, yaitu Nano. Mobil kecil ini bikin heboh karena harganya paling murah di dunia saat ini. Di negara asalnya ditawarkan satu lakh (100.000 rupee). Kalau dikonversi ke rupiah sama dengan Rp 24 juta. Kalau dibelikan sepeda motor, dapat satu Honda Tiger atau dua unit motor bebek.
Tahun lalu, ketika Tata Motor memperkenalkan Nano, masih banyak orang yang ragu dengan harga itu. Termasuk para pelaku bisnis mobil di Indonesia. Namun, saat peluncuran Senin lalu— meski telah terjadi kenaikan harga baja, dan berbagai material lainnya— Ratan Tata mengatakan, “Saya harus menepati janji.”
Pemakai Motor. Mengapa Tata Motors bisa membuat mobil semurah itu? Apa saja yang diperoleh konsumen dari mobil seharga itu?
Nano adalah mobil dengan panjang 3,1 meter, menggunakan mesin 2 silinder, 624 cc dan mampu menghasilkan tenaga 33PS. Konsumsi bahan bakarnya 20 km/liter dan bisa membawa 4-5 penumpang. Kecepatan maksimum 105 km/jam. Ratan Tata sendiri, ketika berada di interior, kepalanya hampir menyentuh langit-langit.
Mobil ini tidak punya AC, booster rem, power steering, radio, dan kaca spion dalam. Penghapus kaca pun hanya satu. Interiornya sangat sederhana. Justru kesederhanaan itulah target Tata membuat Nano. Karena sangat sederhana, media Eropa mengomentari, “Kalau dipasarkan ke Eropa, mobil ini harus ganti kaca, lampu-lampu, ban, seatbelt, dan sebagainya.”
Tata Motors dengan bisnis utamanya adalah truk atau kendaraan komersial berusaha mengurangi penggunaan baja pada mobil ini. Agar bobot Nano lebih ringan, mesin dibuat dari alumunium.
Perusahaan ini dinilai berhasil mengeksploitasi para insinyur India menciptakan mobil sederhana dengan target konsumen khusus, yaitu mereka yang saat ini hanya bisa membeli sepeda motor.
Di India sendiri, seperti Indonesia, konsumen sepeda motor sangat tinggi. Tahun lalu, penjualan kendaraan bermotor roda dua di negara itu mencapai 7 juta unit. Sebagai pembanding, penjualan sepeda motor di Indonesia tahun lalu 6,2 juta unit.
Separuh Harga. Di India, Nano ditawarkan separuh dari kompetitor terdekatnya, yaitu Maruti, yang dibuat oleh Maruti Udyog. Meski dimensinya 8 persen lebih kecil dari Maruti, tetapi interiornya 21 persen lebih lega. Inilah yang membuat keluarga menengah ke bawah India yang selama ini mengandalkan sepeda motor juga menunggu kehadiran mobil ini.
Seperti dikatakan Ratan Tata, bos Tata Motors, ketika memperkenalkan mobil ini tahun lalu, ide melahirkan Nano ini muncul setelah hatinya tersentuh melihat banyak keluarga di India hanya mampu membeli skuter sebagai kendaraan keluarga. Bapak mengendarai skuter, anak berdiri di depan, dan istri duduk di belakang sembari mengendong bayinya.
“Muncul pertanyaan pada diri saya, bagaimana membuat kendaraan murah dan aman untuk keluarga tersebut,” kenang Ratan. Saat itu, terpikir olehnya menggabungkan dua skuter sekaligus untuk menciptakan kendaraan murah.
Sebagai industriawan dan pebisnis hebat, Ratan lantas minta kepada orang-orang muda India yang direkrutnya untuk membuat mobil murah, tetapi tetap memenuhi berbagai standar keamanan dan emisi gas buang. Lahirlah Nano.
Targetnya, konsumen kelas bawah dan yang pertama kali punya mobil. Meski sederhana, Nano dinilai lebih baik dan manusiawi dibandingkan sepeda motor. Mobil ini bisa ditumpangi 4 sampai 5 anggota keluarga dengan kondisi lebih aman dan tentu saja tidak mudah kehujananan, seperti motor.
Didemo. Tak mudah pula bagi Ratan Tata mewujudkan proyek ini. Selain muncul berbagai kritik, pabriknya juga didemo. Akhirnya, pabrik Nano dipindahkan dari Banglore Gujarat. Serangan tak kalah gencar—terutama menjelang peluncuran Nano—muncul cerita tentang krisis yang dialami perusahaan mobil Inggris yang dibelinya dari Ford tahun lalu, yaitu Jaguar dan Land Rover. Diceritakan, Jaguar sedang mengalami kesulitan keuangan.
Meski begitu, ada pula yang berpikir positif bahwa yang dilakukan oleh Tata Motors adalah inovasi dengan terobosan dahsyat. Malah ada yang menilai inovasi tiga dimensi dalam industri dan bisnis otomotif. Pasalnya, tidak hanya produk yang dinilai inovatif, juga sistem produksi dan distribusinya.
Revolusi Modular. Inovasi lain yang tidak banyak dilihat orang—kecuali produk—dan justru dianggap paling inovatif adalah desain modularnya. Nano dibentuk oleh komponen yang dapat dibuat dan dikirim secara terpisah untuk dirakit di berbagai lokasi. Karena itulah, Nano dijual dalam bentuk kit yang didistribusikan, dijual, dan pelayanannya langsung dilakukan oleh pengusaha lokal.
Ratan Tata, dalam suatu wawancara dengan The Time of London, mengatakan, “Sekelompok pengusaha dapat mengembangkan perakitan dan Tata akan melatih mereka, juga menjamin kualitas kerja mereka. Mereka akan menjadi satelit kami dalam operasional perakitan.”
Untuk itu, Tata Motors membuat komponen massal dan mengirimkannya ke dealer sebagai kits. Mereka yang akan menjadi agen akan diberi pelatihan, sedangkan mereka yang bertugas memberikan layanan purna jual dilengkapi dengan telepon genggam dan skuter untuk mencapai daerah pelosok.
30 Juta. Sejak diperkenalkan awal tahun lalu, website Tata telah dikunjungi lebih dari 30 juta peminat Nano. Menurut Tata, juga telah tercipta 6.000 kelompok dan komunitas Nano. Sebuah gambaran bahwa begitu besarnya minat masyarakat pada mobil ini.
Peminat Nano tidak hanya dari India, tetapi banyak negara, terutama yang berkembang, seperti Timur Tengah dan Amerika Selatan. Dengan kemampuan produksi awal 250.000 unit/tahun, para peminat itu tampaknya harus menunggu lama. Kondisi ini dipastikan akan menimbulkan rasa kecewa bagi peminatnya. Ternyata tak mudah mendapatkan mobil murah!
Labels: tentang motor dan otomotif
Sunday, March 22, 2009
sumber : www.motogp.com
MotoGP Teams 2009
===========================================
MotoGP Riders 2009
Dani Pedrosa
3Repsol Honda Team
Andrea Dovizioso
4Repsol Honda Team
Colin Edwards
5Monster Yamaha Tech 3
Chris Vermeulen
7Rizla Suzuki MotoGP
Randy De Puniet
14LCR Honda MotoGP
Alex De Angelis
15San Carlo Honda Gresini
Toni Elias
24San Carlo Honda Gresini
Casey Stoner
27Ducati Marlboro Team
Marco Melandri
33Hayate Racing Team
Mika Kallio
36Pramac Racing
Valentino Rossi
46Fiat Yamaha Team
James Toseland
52Monster Yamaha Tech 3
Sete Gibernau
59Grupo Francisco Hernando
Loris Capirossi
65Rizla Suzuki MotoGP
Nicky Hayden
69Ducati Marlboro Team
Yuki Takahashi
72Scot Racing Team MotoGP
Niccolo Canepa
88Pramac Racing
Jorge Lorenzo
99Fiat Yamaha Team
=================================================
Calendar & Circuits
Dates Grand Prix Circuit
12.04.2009* Qatar Losail - Doha
26.04.2009 Japan Motegi
03.05.2009 Spain Jerez
17.05.2009 France Le Mans
31.05.2009 Italy Mugello
14.06.2009 Catalunya Catalunya - Barcelona
27.06.2009 ** The Netherlands Assen
05.07.2009*** United States Laguna Seca
19.07.2009 Germany Sachsenring
26.07.2009 Great Britain Donington Park 16.08.2009 Czech Rep. Brno
30.08.2009 Indianapolis Indianapolis
06.09.2009 San Marino & Riviera di Rimini Misano
04.10.2009 Portugal Estoril
18.10.2009 Australia Phillip Island
25.10.2009 Malaysia Sepang
08.11.2009 Comunitat Valenciana Ricardo Tormo – Valencia
*: Evening Race
**: Saturday
***: Only MotoGP class
Labels: tentang motor dan otomotif